“Eh Si Anu akhirnya ngga jadi nikah sama Si Itu. Si Anu dijodohin.”
“Hah!? Serius!? Padahal Si Anu sama Si Itu udah lama jalan. Kasian Si Itu.”
“Si Itu juga salah sih, ngga segera kerja.”
“dst..”
“dst..”

Sepenggal obrolan singkat disebuah warung kopi bersama seorang teman itu membuat pikiran melayang. Sebenarnya bagaimana Tuhan bekerja menjadikan lawan jenis kita sebagai jodoh?

jodoh

Tuhan mempertemukan satu orang dengan yang lainnya dengan berbagai cara. Di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di swalayan, di sebuah bar, bahkan di sudut buram sebuah lokalisasi. Dan diantara ratusan atau bahkan ribuan orang itu, beberapa akan tersaring sebagai “yang terpilih”.  Ya, yang terpilih oleh mata.

Selesai? Not yet madam.

Orang-orang terpilih ini masih harus melalui proses penyaringan oleh hati. Beberapa dari mereka akan “dibuang”, ditempatkan di kotak teman saja, teman baik, “teman tidur” dan (uhuk) calon teman hidup.

Selesai? Nanti dulu.

Calon teman hidup ini belum di ikat oleh janji suci pernikahan. Masih ada proses (yang biasa disebut) pacaran. Atau untuk beberapa orang mereka tidak melewati proses pacaran, mereka bermunajat. Lalu setelahnya barulah mereka memutuskan untuk berhenti atau menikah. Dan, selamat untuk mereka yang akhirnya menikah dan menjadi sepasang suami-istri.

Apa  itu namanya jodoh? Belum tentu. Apa kabar dengan yang kawin-cerai? Enak banget dong jatah jodohnya banyak?

“Ya namanya belum jodoh, mau gimana lagi?” kata seorang teman. “Jodoh itu orang yang nemenin kamu sampai mati. Bukan kek artis yang kawin cerai.” timpal teman lainnya.

Pikiran kembali melayang.

Gimana dengan kasus seperti ini; (misalnya) suami meninggal lalu istrinya menikah lagi? Apa itu berarti si suami adalah jodoh si istri, tapi si istri bukan jodoh si suami (karena menikah dan punya suami baru)? Atau si suami pertama hanya berjodoh dengan si istri sampai dia meninggal? Atau si suami kedualah jodoh si istri? Atau memang si istri ditakdirkan punya 2 jodoh? Nah bingung deh..

Ada  sebuah kalimat yang dulu pernah diceletukan oleh seorang teman, “Orang itu dapet jodoh sesuai dengan dirinya. Kalau kamu baik dapet jodohnya ya baik, kalau kamu jelek ya dapet jodoh jelek.” terdengar lucu, tapi setelah dipikir-pikir sedikit banyak memang masuk akal. Bisa jadi seorang preman jalanan disana mendapat istri seorang ustajah, mungkin pada dasarnya si preman ini baik tapi salah pergaulan dan si ustajah ini benar-benar dikirim sebagai jodohnya supaya si preman ngga tersesat ke jurang yang lebih dalam. Mungkin loh ya mungkin.

Memang urusan perjodohan itu dari dulu, selalu dan selamanya akan menjadi salah satu misteri terbesar sepanjang masa. Karena itu urusan Tuhan kan? Seharusnya kita ngga perlu khawatir, karena Tuhan sudah menempatkan jodoh dan rejeki pada porsi masing-masing.

Mystery is the greatest feeling in the world for sure.

About d0th

shut up and move on.

7 responses »

  1. Fansi says:

    Jodoh itu sama kayak mati dan rejeki. Semuanya sudah ditakdirkan bahkan dari pas kita masih dalam kandungan ibu. Sudah tertulis di lauh mahfudz. Tugas kita adalah menemukannya, di tengah2 dunia yang penuh kemungkinan, keruwetan, dan keadaan2 bikinan manusia yang mungkin melawan kodrat sang pencipta.

    Jodoh… kalo kata Afgan, jodoh sih pasti ketemu. Berbekal keyakinan itu, sebaiknya kita jangan patah semangat mengejar mimpi, termasuk mimpi hidup bersama orang yang kita sayangin. Denger2, jodoh itu ga usah dicari-cari. Dia sudah selalu ada. You just have to deeply listen to your heart and decide what you really, absolutely, want.

    Good luck🙂

    • d0th says:

      Betul jodoh itu ngga usah dicari. Ibaratnya kamu serius cari barang, udah keluar masuk toko tetep ngga ketemu. Tapi pada suatu ketika, kamu lagi jalan-jalan santai..barang yang kamu cari tiba-tiba aja ada. Mungkin jodoh juga kaya gitu. Mungkin loh ya😀

  2. bunbun says:

    Jodoh..oohh jodohh..😀

    Bagus nih topiknya… jodoh memang misteri, se misteri hidup ini dan se misteri rencana Tuhan.. no body knows who will be our life mate..

    Tapi yang jelas sih, jodoh selaras dengan komitmen.. :)) tanpa itu yaa yang pasti banyak kawin-cerai seperti kebanyakan yang terjadi..

    Semoga kita berjodoh lah yaa dengan pasangan kita masing2, jodoh dengan pasangan dan karir! Yayy..

    Happy writing, keep up the good work😀

    • d0th says:

      Hahaha.. ya jodoh akan selalu jadi misteri terbesar sepanjang masa. Bahkan sampai saat ini, orang belum tau seperti apa definisi jodoh itu sendiri. Tapi semua udah ditentukan, tinggal proses download-nya aja. Ada yang speed download jodohnya lambat, ada juga yang speed download jodohnya cepat.😀

  3. gangempat says:

    Reblogged this on ROMANSA GANG EMPAT and commented:
    hmmmm

  4. lia says:

    Betul..betul.. jodoh pasti bertemu.. Aamiin..semoga secepatnya dipertemukan🙂


    doth jawab:
    amien.. Semoga segera bertemu jodoh😀

  5. Sofie says:

    jo-doth .. hahahaha .. yeaa arti jodoh sendiri emang absurb .. i agree, belum tentu ya suami atau istri kita itu jodoh.. tapi itu semua kembali pada konsep pikiran kita. Mau positif thinkin atau masih aja ragu dengan yang sudah diberikan Tuhan, ya nggak sih ? itu akan menentukan jalan kedepannya🙂 karna pada dasarnya “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku pikirkan” .. jangan lupa, Tuhan tidak tidur..🙂

    walaah jadi serius hahahaha … yowes ngunu lha, intine ati tentrem, seneng, adem ayem pokoke joged *ngok hahaha

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s