Disadari atau ngga, pasti kita pernah terjebak didalam rasa penasaran. Penasaran (terkadang) 11:12 dengan buah simalakama. Ngga diturutin menyiksa, diturutin (kadang) ngga enak. Ada berapa banyak yang penasaran sama kegiatan pacarnya diluar sana? Beneran main futsal? Beneran lagi belanja? Beneran kursus bahasa inggris? Beneran? Yakin bener?

Penasaran?

Trus gimana dong? Cara paling standart dijaman modern seperti sekarang ini adalah buka social media, nyekrol timeline, buka mention, nge-grepe grepe wall, melototin foursquare. Apapunlah yang ada akun si dia, semua diupdate, diteliti, ditela’ah lalu disimpulkan (kadang terkesan ngawur dan memojokan) demi memuaskan rasa penasaran.

Kepo!



Siapa yang ngga kenal friendster? Tahu penemunya? Penemunya si Om Jonathan Abrams itu ternyata kepoers. Hah kok bisa? Ternyata Om Jonathan Abrams ini paham karakteristik para user. Para user ini pasti punya rasa penasaran dengan profil useruser lain, dan para user pun juga penasaran siapa aja yang udah ngepoin profilnya. Karena itu dia bikin fitur “Who Viewed Me”, supaya antar user bisa saling kepo-mengepo.

Kenapa Ngepo?

Pada hakikatnya manusia terlahir dengan rasa ingin tahu. Tentunya, rasa ingin tahu semakin tinggi kalau ada rasa ketertarikan lebih dulu. Kalau ada hal yang menarik, orang cenderung untuk menghiraukannya.

Terbukti sudah, ternyata semua akar kepo berasal dari sebuah rasa penasaran. Siapapun bisa menjadi subjek dan objek untuk di-kepoin. Ketika rasa penasaran menyerang, otak akan mengambil inisiatif untuk mencari tahu. Entah itu bertanya atau mencari tahu sendiri melalui sosial media. Dan entah kenapa, yang paling umum terjadi,objek dari sebuah kepo tidak lain tidak bukan, adalah cinta. Ya, karena cinta,

Si A ini anaknya udah kalem, alim pula. Bikin penasaran.” adalah kalimat yang sering terlontar dari orang-orang yang mendapat kepuasan setelah ngepo.

Penasaran dengan gebetan, kepoin semua social media yang dia punya. Dari situ kamu cukup mendapat informasi, seputar hobinya, warna kesukaannya,  tempat dia nongkrong, lagu favoritnya, makanan kesukaannya, (kalau kamu beruntung) tipe pasangan idealnya, kamu bisa bikin dia happy dihari ulang tahunnya dengan kado yang dia pengen (tentu menambah nilai plus dihatinya).

Tapi, ngga semua informasi yang didapat setelah ngepo adalah informasi yang menyenangkan. Terkadang informasi yang didapat ngga sesuai dengan harapan. Dan ketika informasi yang didapat semakin jauh dari harapan, kamu akan mengingat kembali tanda-tanda ketika otak dan suara-suara halus mengatakan “JANGAN!” atau “STOP!”, tapi pada saat itu kamu lebih memilih untuk menutup kuping dan tidak menghiraukan suara-suara itu.

Jadi benarkan penasaran itu mirip buah simalakama? Dituruti salah, ngga dituruti membuat rasa penasaran membuncah berkali lipat. Jadi, apakah benar-benar salah kalau kita akhirnya terpaksa menuruti rasa penasaran, kemudian ngepo? (Menurut saya) Ngga! Ngga salah. Cuma ada harga mahal yang harus dibayar. Siap-siap aja untuk kecewa kalau ternyata objek yang kita kepoin jauh dari harapan. Apalagi kalau subjek itu adalah mantan kamu. Wohoo.. bakal susah move on dan berujung galau.

Ya sudahlah, tabrak aja pikir belakangan. Hidup memang penuh resiko.

About d0th

shut up and move on.

One response »

  1. Fansi says:

    Analisis yg bagus. Pengalaman pribadi nih yee. Ahahaha.

    Ngga papa kok ngepo itu, menurut aku sih itu salah satu alternatif bentuk sayang. Bentuk perhatian. Kan ngga semua orang terus-terusan ngabarin hal-hal detil.

    Cuman ya gitu deh, harus siap sama konsekuensinya, karena hidup kan memang selalu menawari kejutan. Jadinya lebih ke petualangan sih, yang nunjukin sebesar apa perasaanmu terhadap objek yang kamu kepoin.

    Tetep semangat ngepo yak!

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s