Hal pertama apa yang bakal kamu lakuin setelah bangun tidur? Kalau masih saja direcokin “bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, bla bla bla..” , aaah itu cerita lama kawan. Masyarakat modern sekarang bangun tidur langsung lanjut grepe-grepe Handphone, Blackberry, iPhone, Smartphone dan sejenisnya. Walau masih setengah sadar dan iler kering di sekujur mulut yang menganga, tapi mata bakal melototin layar Handphone walau sekedar mencari tahu siapa yang nge-sms, siapa yang nge-BBM, siapa yang nge-retweet dan tentunya melototin jam lalu berharap masih ada waktu untuk kembali tidur.

Lalu setelah itu terciptalah keteraturan, sebuah rutinitas sehari-hari.


Eh tapi pernahkah terpikir untuk keluar dari rutinitas sehari-hari? Keluar dari keteraturan dan membuang jauh kehidupan yang (pernah kita sangka) normal? Dan berubah menjadi “sesuatu” yang lain?

Yep sebagian orang tentunya masih enggan melakukan sesuatu diluar rutinitas. Merasa rutinitas mereka sekarang adalah “zona nyaman” yang susah untuk dihindari.Mungkin (mungkin yak, jadi bisa bener bisa juga salah) karena rutinitas sehari-hari sudah menjadi bagian suatu pola kebiasaan. Apalagi buat masyarakat metropolitan yang sudah terbiasa dengan pekerjaan 8 t0 8, dimana kenyamanan menjadi tuntutan. Dan pada saat tuntutan itu “dihilangkan” bakal merubah keseimbangan hidup.

Mari lakukan beberapa pertanyaan sederhana, lalu tanyakan kepada hati nurani yang paling dalam:

Seberapa besar hasrat untuk keluar dari pekerjaan, meninggalkan kemapanan dari sebuah gaji demi mengejar impian sebagai penulis (misalnya)?
Seberapa besar hasrat untuk keluar dari hiruk pikuk kota lalu menetap di sebuah desa kecil yang sunyi dan jauh dari hingar bingar bisingnya kota?
Atau seberapa besar hasrat untuk mematikan handphone,ngga peduli dengan e-mail pekerjaan, ambil kunci mobil, lalu bersantai di pantai menikmati indahnya matahari tenggelam?

Nah setiap kali hasrat impulsif itu muncul, selalu dibarengi juga sama rasa takut. Rasa takut itu akhirnya menjadi sebuah alarm. Seolah olah keluar dari rutinitas itu adalah sesuatu yang berbahaya. Lucunya, bahkan ketika kita sudah merasa tidak nyaman dengan segala rutinitas dan keteraturan, tetap rasa takut itu akan mengalahkan hasrat untuk “menggila”, hanya demi kepentingan terjaganya yin yang dalam hidup.

Tapi tenang, nggak perlu jadi terlalu ekstrim untuk “menggila” dan keluar dari rutinitas. Banyak hal sederhana yang masih bisa dilakukan untuk sekedar keluar dari rutinitas.

Ganti playlist di winamp dengan lagu-lagu yang sebelumnya sama sekali ngga pernah nongkrong di playlist.
Masuk salon, tutup mata dan tunjuk sesuka hati model rambut di majalah lalu potong seperti itu.
Simpan motor/mobil, lalu pergi ke kantor/kampus dengan bersepeda. Lalu sapa sembarang orang.
Atau naik bis ke kota yang hanya kamu dan Tuhan yang tahu.

Lalu perhatikan, kamu akan mempunyai soundtrack hidup yang berbeda dari biasanya, potongan rambut yang berbeda dari biasanya, kesenangan pergi ke kantor/kampus yang berbeda dari biasanya, bertemu dengan orang-orang yang berbeda dari biasanya dan tujuan yang berbeda dari biasanya. Sisi positifnya adalah, hidup ini akan lebih berwarna. Dan bukankah hidup akan lebih indah jika berwarna?

About d0th

shut up and move on.

6 responses »

  1. Mahendra says:

    Sy setuju kluar dr zona nyaman, tp sy ga setuju utk ninggalin email dan hp ntr ga dapet orderan dong, krn menurutku bgt kluar dr zona nyaman hrs di lanjut membuat zona baru sendiri doth wkwkwk….

    • d0th says:

      Setuju sekali bapak Mahendra. Hanya saja pada saat otak mulai dilanda rasa bosan, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan (misalnya) kemudian membuat aktifitas yang benar benar baru. Yah itung-itung nambah warna baru untuk hidup, yang kemudian bisa diceritakan kepada handai taulan. Yeaaah!! Merdeka!!

  2. Fansi says:

    Intinya gak perlu ekstrim kalo sekedar mau perubahan. Gitu aja kan.

    Anyway, banyak loh orang teriak2 perubahan tapi mereka susah banget bangun pagi2 banget untuk kemudian beribadah. Ya percuma dong teriak berubah. Wong bangun pagi aja males😀

    • d0th says:

      Ekstrim atau ngganya suatu perubahan sih tergantung persepsi masing-masing orang. Aku pernah baca di koran, ada seorang bapak yang kerja di pabrik rokok dengan posisi yang sudah sangat nyaman. Tapi lambat laun dia sadar kalau pekerjaan itu jauh dari kenyamanan hati nuraninya. Pada akhir cerita, dia keluar dari pekerjaan yang ngasih gaji buanyak dan sekarang berwiraswasta dengan penghasilan pas-pasan tapi bikin nyaman hati nuraninya. Ekstrim!

      Cih kalau aku mah bangun pagi rajin. Tapi ntr tidur lagi😀

  3. bunz says:

    Setujuu..take some time to break from your routine =)
    Hal yang paling bagus buat menghilangkan kepenatan adalah BERLIBURR!! Yayy..setuju bangett..
    “Seberapa besar hasrat untuk mematikan handphone, ngga peduli dengan e-mail pekerjaan, ambil kunci mobil, lalu bersantai di pantai menikmati indahnya matahari tenggelam?” –> bisa dibilang itu hasrat terbesar sayaa hahahaha…hayok mari mari =)

    Tapi terus terang saya agak tersindir dengan tulisan ini..hahaha..
    Well, jadi intinya untuk keluar dari rutinitas harus melakukan hal2 sederhana yang berbeda dari biasanya yak.. ganti playlist, ganti potongan rambut..ganti pacar boleh juga donk? ahahaha..kiddin’..ganti bos aja deh hehehee..

    • d0th says:

      Hahaha..ngerasa kesindir ya? Padahal ngga maksud loh, soalnya tulisan ini sendiri juga cermin buat saya. Kadang ada hasrat untuk keluar dari rutinitas yang membosankan dan sejenak benar-benar menghilang dari rutinitas. Yah tapi dimulai dari hal-hal sederhana dulu deh, seperti mengganti playlist winamp supaya sountrack hidupmu berbeda dari biasanya😀

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s