Seandainya saja manusia sejak lahir tahu siapa jodoh mereka kelak, mungkin proses pencarian cinta sejati akan lebih mudah. Ngga akan terjadi yang namanya jomblo atau galau. Ngga ada proses pencarian, karena secara otomatis pasangan yang ditakdirkan akan langsung datang. Atau seandainya saja ada alat super canggih yang bisa mendeteksi siapa jodoh kita. Tinggal tempelkan alat pendeteksi kepada orang yang di incar, alat tersebut akan memberi hasil apakah orang tersebut jodoh kita atau bukan. Sangat menghemat waktu dan menjadikan semuanya tampak lebih mudah.

Tapi sayangnya semua itu mustahil.

Sebelum terlalu muluk-muluk, apa sih yang dimaksud cinta sejati? Kalau sendirinya ngga tahu, gimana bisa memutuskan ini cinta sejati atau bukan? Apakah cinta sejati itu cukup dirasa? Ditanyakan langsung ke yang bersangkutan? Atau apa? Tapi ada yang bilang kalau dia cinta sejatimu, maka seakan-akan semesta mendukung dan sel-sel dalam tubuh berteriak “Ya ini dia yang aku cari!”. Look like a stupid statement, right? Gimana caranya tahu semesta mendukung, kalau kita sendiri ngga tahu sel-sel tubuh lagi teriak?

Permainan terbesar manusia yang diberikan oleh Tuhan adalah “Pencarian Cinta Sejatinya”. Kalau ditilik dari esensi penciptaan manusia sendiri; manusia itu lahir, bertumbuh kembang, mendapat cinta sejati,  berpasangan, tua bersama, mati dan kemudian digantikan oleh generasi selanjutnya. Sangat lumrah dan manusiawi sekali, karena itulah roda kehidupan.
Pertanyaannya, kalau kita diciptakan berpasangan kenapa susah sekali menemukan “The One” yang ditakdirkan untuk bersama, selalu dan selamanya?

Dari jaman Kahlil Gibran sampai jaman Ayu Ting Ting, jutaan rayuan telah digubah menjadi puisi dan melodi. Semua itu tidak lepas atas nama pencarian cinta sejati. Tapi semua itu ngga bikin kita jadi lebih pintar dari generasi sebelumnya. Karena kita bakal terlihat bodoh kalau sudah berhadapan dengan cinta.

Jadi gimana cara tahu dia adalah “The One”? Cinta sejati sejak kita terlahir?

Tuhan Maha Besar kawan, kita ngga diberi anugrah untuk tahu siapa cinta sejati. Walaupun kelak manusia bisa membuat alat super canggih pendeteksi cinta sejati, tapi alat buatan manusia bukanlah tandingan Tuhan yang keakuratannya mencapai 100%. Sekali lagi, Tuhan Maha Besar kawan. Hidup adalah tentang ketidaktahuan. Siapa yang tahu seperti apa hidup kita esok? Hari ini masih bersama-sama, esok? Cinta sejati terjadi kalau udah menikah, kalau ternyata harus bercerai?

Cinta itu adalah perasaan yang kuat. Seseorang akan tahu itu ketika merasakannya, dan jelas perasaan sebuah cinta sejati akan bergejolak tidak hanya seperti burung-burung yang terbang, tetapi lebih seperti angin puting beliung yang memporakporandakan dada.

Dan ada sebuah artikel menarik yang pernah saya baca. Sangat melekat, kurang lebihnya seperti ini “Jangan samakan cinta sejati dengan nafsu impulsif semata. Cinta adalah proses, cinta itu tumbuh, kamu tidak akan tahu siapa cinta sejatimu sampai saat-saat terakhir hidupmu. Di saat kamu akan menghembuskan nafas terakhir, di saat kamu akan memejamkan mata dan tidak terbangun lagi, dan yang berada di sisimu adalah dia. Itulah cinta sejatimu.”

Well, mari nikmati permainan Tuhan yang sangat menarik ini.

About d0th

shut up and move on.

4 responses »

  1. Fansi says:

    “Pertanyaannya, kalau kita diciptakan berpasangan kenapa susah sekali menemukan “The One” yang ditakdirkan untuk bersama, selalu dan selamanya?”

    Kalimat ini bikin mikir.

    “Cinta itu adalah perasaan yang kuat. Seseorang akan tahu itu ketika merasakannya …”

    Yang ini masih meragukan. Tiap kali punya pacar, atau sayang sama orang, keyakinan akan “oh ini kali nih orangnya” selalu menyeruak di hati. Meskipun ternyata mungkin salah.

    Permainan ini memang menarik, tapi… banyak faktor yang bikin jadi nggak menarik.
    1. Usia manusia yang terbatas
    2. Tuntutan keluarga (terutama terhadap anak perempuan)
    3. Banyaknya laki-laki yang mencintai sesama jenis

    • d0th says:

      “Yang ini masih meragukan. Tiap kali punya pacar, atau sayang sama orang, keyakinan akan “oh ini kali nih orangnya” selalu menyeruak di hati. Meskipun ternyata mungkin salah.” -> Nah ini asyiknya permainan yang di kasih Tuhan. Kamu bakal menebak-nebak siapa jodohmu. Karena kamu bakal nemuin jodoh yang ngga akan kamu duga sebelumnya. Bahkan mungkin dia bukan kriteriamu dan orang yang ngga pernah kamu bayangin.

      Faktor yang bikin ngga menarik, sebenernya bisa ditilik dari sudut pandang yang bebeda. Ibarat main game, ada menu “options”-nya, disitu ada level “easy” atau “hard”. Sama seperti yang kita lakuin skrg, kita dikasih “permainan” ini mau dimainin dengan mudah atau susah? Jadi sebenernya faktor2 seperti usia manusia dan bla bla bla-nya bisa dimanipulasi.

  2. bunz says:

    Hemm klo menilik dari kalimat
    “Di saat kamu akan menghembuskan nafas terakhir, di saat kamu akan memejamkan mata dan tidak terbangun lagi, dan yang berada di sisimu adalah dia. Itulah cinta sejatimu.”
    Bisa diartikan cinta sejati adalah cinta sehidup semati donk ya??
    Komitmen yang disertai ketulusan untuk menjalani hidup bersama, berkeluarga dalam susah sedih senang menurut saya adalah bukti dari cinta sejati =)

    Smoga masing2 dari kita bisa menemukan cinta yang benar2 sejati =)
    Horass!

    • d0th says:

      Tapi cinta sejati ngga melulu sama pasangan juga sih. Sbenernya ada yang lebih hakiki, cinta dengan Sang Pencipta. Mungkin saat di dunia,Sang Pencipta menciptakan pasangan untuk kita sebagai “perpanjangan” tangan cinta-Nya. Yep begitu deh.

      Semoga masing2 dari kita menemukan cintas sejati di dunia dan akherat tentunya😀
      Amien

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s