Beristirahat sejenak untuk memberi kesempatan jiwa terhitam menuangkan uneg-unegnya. Jiwa yang lama terbungkus tabir kegelapan,kini jiwa itu akan mendapat sedikit kebebasan bersyarat. Dan jiwa itu bernama.. Iblis.

Iblis adalah makhluk terkutuk yang ingkar kepada Tuhannya. Dan bahkan menentang Tuhan berdebat soal manusia, makhluk yang dianggap lebih hina dari dirinya. Itulah sebabnya iblis tidak pernah mau tunduk kepada manusia.” jutaan ehm..tidak, sepertinya milyaran kali aku mendengar nasehat dari cendekia agama tentang ini. Iblis terkutuklah, jahanamlah, hinalah, dan lain sebagai-nyalah.

heh heh heh..

Aku selalu terkekeh tatkala para cendekia itu berbicara tentang ke-terkutukanku. Bagaimana jika semua itu tak lebih dari konspirasi antara Aku dan Tuhanku? Aku tidak menjerumuskan kalian untuk saat ini, jiwaku sedang terpenjara.

Saat Tuhanku menciptakan Adam, Dia memintaku untuk bersujud. Aku tidak sudi. Sujudku hanya untuk Tuhan yang menciptakanku, bukanlah kepada manusia yang diciptakan dari tanah. Saat itulah Tuhan murka kepadaku. Dibuangnya aku kedalam neraka, dan Adam hidup di surga. Dengan KekuasaanNya pula, Ia ciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Aku sungguh iri..ya, aku sangat iri! Aku yang selama ini bersujud harus terberangus di neraka, bersama Iblis jahanam lainnya.

Sejauh itu yang kalian dengar? Kalian ingin tahu setelahnya? Bagaimana aku yang telah terusir dari surga mampu masuk kembali untuk membujuk Adam memakan buah kuldi? Surga tidak dilengkapi CCTV, malaikat akan membongkar penyamaran kami, sungguh tidak ada tempat bagi kami di surga. Namun pernahkah terpikir bahwa kami pun sesungguhnya tidak terbuang di neraka. Ia memberi kami tempat antara surga dan neraka.

Konspirasi..

Ya..Aku berkonspirasi dengan Tuhan. Tuhan memberiku perintah untuk menguji manusia. Sejauh mana ciptaanNya yang sempurna ini mampu bertahan dari godaan yang aku berikan. Aku ingin memonopoli kembali kasih sayang yang Tuhan berikan kepadaku. Anggaplah ini kerjasamaku dengan Tuhan. Walau aku harus membayar mahal konsekuensinya. Cambuk neraka akan melumat tubuhku dalam keabadian.

Anak Adam, berterima kasihlah kepadaku. Karena aku, kalian dikirim ke dunia dan membangun peradaban. Kalian bisa saja menganggap kami iri dan penuh dengki, namun setidaknya aku mengajarkan kepada kalian tentang kejantanan. Aku siap bertanggung jawab atas perbuatanku, tidak seperti diantara kalian yang lari dari tanggung jawab. Belajarlah sikap tidak mudah menyerah seperti yang kuajarkan. Aku tidak pernah menyerah untuk menggoda kalian sampai kapanpun. Seburuk-buruknya kami, namun kami mengajarkan kalian tentang ilmu kemungkinan. Dengan godaan, kalian semua memiliki kemungkinan untuk hidup lebih mulia dari malaikat atau lebih hina dari iblis.

Mungkinkah sebenarnya kami pun mencintai kalian, seperti yang selama ini Tuhan tunjukkan? Biarlah semua ini menjadi rahasia yang kami simpan. Seperti Tuhan yang selalu memilihara mimpi-mimpi kalian.

Heh heh heh…

About d0th

shut up and move on.

6 responses »

  1. Fansi says:

    This is your best post I’ve ever read. Kopas dari mana ini?

    Ini sama kayak tulisan Samuel Mulia kapan itu. Dan juga sama kayak pemikiranku: seperti hitam dan putih, atau bagus dan jelek. Kalo ga ada putih, gimana yg hitam bisa disebut hitam? Kalo ga ada yg jelek, gimana yg sesuatu hal bisa diklaim bagus kalo semuanya sama aja?

    We shud thank Iblis since it’s him that we cannot be what we might be doing today without.

    • d0th says:

      Sama seperti yang orang bijak katakan, selalu ada kebaikan diantara keburukan. Dan Iblis pun bermain kebaikan diantara keburukannya. Mengajarkan manusia tentang makna penciptaanNya.

      PS: Aku ngga copas, enak aja. Pencemaran nama baek nih.

  2. Bagus mas tulisannya.🙂
    Namun apapun di dunia ini ada dua sisi, tergantung kita melihat dari sisi sebelah mana.🙂

    Btw, ijin pake gambarnya ya.🙂

  3. wewe says:

    bikin ngantuk., ga to the point., kurang jokes., terkesan ambigu., :p
    *enaknya menjadi kritikus (bukan sritikus)

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s