Maaf… Kata yang sangat mudah diucapkan, namun sungguh sangat sulit diterapkan. Biasanya emosi menutupi  ucapan ini. Disadari atau tidak, setiap orang pasti punya emosi  mendalam kepada seorang yang lain, entah itu disengaja atau tidak.

Saya adalah salah satunya, si pendendam yang susah sekali mengucapkan maaf. Apalagi ketika kesalahan itu bukan perbuatan saya (kena sindrom pembelaan diri akut). Yang terjadi setelahnya adalah ego yang bermain. “There is no mercy” begitu awalnya. Pikiran buruk pun mulai bergelayut, balas dendam menjadi solusi.

“Menanam padi akan menumbuhkan ilalang, tapi menanam ilalang tidak akan menumbuhkan padi”. Dan selanjutnya bisa ditebak, kata maaf itu pun meluncur. Berharap keadaan menjadi normal, namun terkadang itu pun tidak sesuai harapan. Masih ada dendam tersimpan.  Dan sangat tidak enak menjadi orang yang dipersalahkan; kikuk, bingung, bete, murung dan kesal bercampur menjadi satu.

Tidak heran bila kadang maaf pun tidak cukup “membayar”. Ibarat kayu yang dipaku, saat paku itu dicabut “luka” pada kayu masih tampak. Dan itupun yang kita rasakan.

Manusia bukan mahkluk yang diciptakan tanpa cacat. Karena itu Tuhan mengajarkan welas asihnya, Tuhan mewariskan sifat pemaafnya. Semua terpulang kepada nurani masing-masing. Karena pada dasarnya nurani adalah cerminan hati.

“It’s better to forgive than hold anger inside. If there’s someone you’ve been holding a grudge against, let go of your resentment and give him or her a sincere apology today. If you find it hard to apologize, figure out what may be holding you back and decide whether your friendship is worth it.” ~ Crystal Tate

Lebih baik memberikan maaf daripada memendam kemarahan. Jika Anda memendan kemarahan kepada seseorang, maka hilangkan kemarahan anda dan maafkanlah dia setulus hati saat itu juga. Jika anda kesulitan untuk meminta maaf, maka carilah apa yang telah menyebabkan Anda sulit meminta maaf dan pikirkan apakah persahabatan anda lebih berharga dari itu ataukah tidak.

About d0th

shut up and move on.

2 responses »

  1. Shasoy says:

    Trully touching…
    I likee this post very much!!

    Tidak mudah meminta maaf dan memberi maaf…
    Siapapun yg bisa melakukan keduanya dengan tulus ikhlas adalah manusia yang sangat luar biasa menurut saya🙂

    • d0th says:

      dan sepertinya saya blm bisa menjadi manusia yang sangat luar biasa itu.
      tapi setidaknya mari kita belajar menuju ke arah yang lebih baik.
      *macak bijak*

Ga ada cendol, komen pun jadi. Monggo..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s